Pandai Berkhayal
Emon adalah pemuda yang kesehariannya hanya tidur dan melamun. Dia biasa dijuluki temannya dengan sebutan muka bantal, setiap kali nempel bantal dia selalu tertidur. Dan acap kali dia tidak tidur dia akan melamun dipojokan sambil memikirkan sesuatu seakan akan dia seorang Presiden. Emon selalu memikirkan masa depannya yang dia rasa masih samar kedepannya. Tapi emon selalu positif thinking pasti aku akan sukes nantinya.
Walaupun dia seorang yang bisa dibilang males tapi dia tidak pernah mau berdiam diri dirumah. Dia selalu pergi keluar rumah, dan rumah yang dikunkunginya adalah rumah pamannya yaitu paman Minto. Dirumah pamannya emon beraktivitas selayaknya dirumah sendiri, ya bermalas-malasan, main game dan aktivitas malas lainnya. Disana emon adakalanya curhat, cerita, bercengkrama dengan keluarga pamannya. Disana emon juga berkhayal mengenai masa depan dan soal cinta.
Dalam soal cinta emon tidak pernah pacaran, tetapi dia pernah mencintai seseorang. Dalam mencintai emon tidak pernah mengungkapkannya secara langsung, dia mencintai dalam diam dan doa. Karena seorang yang pemalu atau pendiam yang mengakibatkan dia pandai dalam bercinta. Dia hanya curhat kepada keluarga pamannya akan hal cinta. Dia tidak pernah curhat perihal cinta kepada orang tuanya. Dia soal cinta berkeinginan nantinya langsung tunangan dan nikah tampa embel-embel pacaran. Dirumah pamannya dia sangat akrab dengan anak pamannya namanya Aman.
Aman sendiri sudah mempunyai pacar, pacarnya tinggal diluar kota. Aman dan emon seakan-akan dua saudara kembar yang selalu berbarengan seperti upin ipin. Kami bukan saudara kembar akan tetapi kami selalu betukar pikiran yang terkadang berbeda pendapat. Dalam berdiskusi kami membicarakan soal apapun bisa politik, soal cinta, soal masa depan, pekerjaan, dan paling menarik ketika kita saling bercanda.
Dalam berdiskusi pastinya siselingi dengan khayalan masa depan yang kami yakin nantinya akan sukses. Dan pastinya juga diselingi dengan candaan-candaan yang hanya kami berdua yang mengerti. Terkadang kami aman dan emon bermain games bareng dan sering kali juga kami saling toxic, saling mencaci, tapi kami tidak masukkan kedalam hati sehingga tidak menimbulkan pertengkaran. Semoga Aman dan Emon selalu berteman dan bersaudara sampai akhir akhir hayat memisahakan...Aamiin..
Komentar
Posting Komentar