Postingan

Memahami Al-Qur'an dengan Nasikh dan Mansukh

Gambar
 1.    Pengertian Naskh dan Syarat-Syaratnya. Naskh dapat berarti الإزالة   artiya menghilankan atau meniadakan.   التحويل  yang berarti pengalihan.التبديل  Artinya, mengganti atau menukar sesuatu dengan yang lain. Dan kata Naskh juga berarti  النقل menyalin, memindahkan, atau mengutip apa yang ada dalam  buku. Secara terminologis, Naskh menurut ulama Mutaqaddimin berarti رفع الحكم الشرعيّ بِخطاب الشرعيِّ “mengangkat hukum syar’I (menghapuskan) hukum syara’ dengan dalil hukum (kitab) syara’ yang lain.” Sedangkan menurut ulama Mutaakhirin, sebagaimana diungkapkan oleh Quraish Shihab, “Nasakh terbatas terhadap ketentuan hukumyang datang kemudian, guna membatalkan, mencabut, atau menyatakan berakhirnya pemberlakuan hukum yang terdahulu, hingga ketentuan hukum yabf ada yang ditetapkan terakhir.”     Naskh menurut bahasa dipergunakan untuk arti isyalah (menghilangkan). Misalnya matahari menghilamgkan bayang-bayang dan...

CONTOH ESAI : SEKOLAH BERBUDAYA MELALUI PROGRAM ADIWIYATA

Gambar
SMA Negeri 1 Bandar adalah sekolah adiwiyata nasional yang telah menerapkan sistem dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah dan menjadi daya tarik untuk meraih calon siswa baru. Program ini adalah program trobosan yang dimiliki SMA Negeri 1 Bandar yang bertujuan untuk memajukan sekolah dan untuk mewujudkan menjadi sekolah yang berbudaya lingkungan. Pertanyaannya, bagaimana cara SMA Negeri 1 Bandar mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan? Jawabannya ada beberapa cara yang dimiliki SMA Negeri 1 Bandar untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Cara terdebut antara lain pertama, pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan dengan dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan oleh semua warga s...

Histori, tokoh, kitab, dan penafsiran epistemologi tafsir irfani

Gambar
 A.    Tokoh, Kitab, dan Penafsirannya 1.    Tafsir Ghara'ib al-Qur'an Wa Ragha'ib al-Furqan karangan Nizam al-Din al-Naysaburi,     Tafsir ini pada awalnya menjelaskan makna yang zhahir dari ayat. Setelah itu, barulah dia mengatakan, menurut pendapat ulama isyarat atau ulama takwil, ayat ini mengatakan demikian. Umpamanya: menyembelih nafsu hewaniyah itulah yang dinamakan al-Jihadul Akbar. Selain itu, setelah menafsirkan Masajid Allah an-Naisabury berkata: Dimaksudkan Masajid Allah yang didalamnya disebut nama Allah, ialah nafsu, hati, ruh dan rahasia, dan rahasia dari rahasia. Semuanya itu dapat dikatakan masjid. Masjid nafsu ialah taat dan ibadah. Masjid hati ialah tauhid dan makrifat. Masjid ruh ialah rindu dan cinta. Masjid rahasia ialah muraqabah dan sujud. Serta masjid sirrusir ialah menghadapi wujud dan meningalkan maujud.                  ...

Epistemologi Tafsir Irfani

Gambar
  A.    Pengertian Epistemologi Tafsir Irfani Irfani berasal dari kata ‘Irfan yang dalam bahasa Arab merupakan bentuk masdar dari kata ‘arafa yang semakna dengan kata ma’rifat, yang berarti pengetahuan yang diperoleh secara langsung lewat pengalaman. Kata ‘Irfan muncul dari kalangan kaum sufi muslim yang menunjuk pada suatu bentuk pengetahuan yang tinggi, terhunjam dalam hati dalam bentuk kasyf atau ilham.  Pengetahuan irfani tidak didasarkan pada teks seperti bayani, dan juga tidak diperoleh dari rasio seperti burhani, tetapi didasarkan pada kasyf atau intuisi, yakni tersingkapnya rahasia-rahasia realitas oleh Tuhan. Karena itu, pengetahuan Irfani tidak berlandaskan proses analisa teks, tetapi dengan pengolahan ruhani, dimana dengan kesucian hati, diharapkan Tuhan akan melimpahkan pengetahuan langsung kepadanya. Masuk ke dalam pikiran, dan dikonsep kemudian dikemukakan kepada orang lain secara logis. Tafsir menurut etimologi berarti menjelaskan atau menera...

Epistemologi Tafsir Bayani

Gambar
  Tafsir Bayani A.    Historitas Tafsir Bayani Khazanah intelektual islam memiliki sebuah cacatan sejarah atau histori, Tafsir yang merupakan salah satu kekayaan intelektual Islam, mulai mencatatkan sejarah panjangnya pada masa Nabi saw beserta para sahabatnya adalah sunnatullah ketika mengutus seorang rasul atau nabi untuk menyampaikan syariatnya disesuaikan dengan bahasa kaumnya. Demikian pula halnya dengan Al-Qur’an, menurunkannya kepada nabi saw dengan menggunakan bahasa arab, sesuai dengan komunitas masyarakatnya yang berbahasa arab. Ketika Al-Qur’an diturunkan Arab merupakan sebuah bangsa dengan bahasa yang memiliki kemajuan sastra, dan pada saat itu bangsa Arab adalah sebuah bangsa yang gandrung akan syair-syair dan sastra serta meyakini bahwa manusia tidak dapat membuat sastra yang sangat bagus, apabila ada yang membuat sastra dipercaya ada kekuatan gaib yang ikut didalamnya. Era sahabat, Ibnu Abbas telah melanjutkan akar penafsiran Al-Qur’an yang ada pa...

Objek kajian dan Urgensi Pembelajaran Tafsir Burhani

Gambar
  Objek kajian dan Urgensi Pembelajaran Tafsir Burhani A.    Objek Kajian Objek kajian dari Tafsir Burhani ini ada dua yaitu syariah dan sains. Namun, untuk kajian syariah akal tidak terlalu membutuhkan peranan akal, hanya di beberapa bagian saja hukum Islam yang bisa menggunakan akal. Contoh syariah yang tidak bisa ditentukan lewat akal, yaitu akal tidak bisa menentukan rakaat sholat dzuhur, menentukan babi halal atau haram, atau menentukan hukum islam lainnya yang tidak bisa menggunakan akal. Sedangkan hukum alam atau sains peranan akal sangat penting. Hal ini dikarenakan ilmu sains harus didasari pengamatan yang induktif dari fenomena alam yang terjadi, sampai akhirnya dapat ditarik kesimpulan. Sementara untuk nash-nash tentang alam tidak dapat diganti dengan qiyas, ijma’ atau yang lain. Hanya saja nash-nash tentang alam ini dibuktikan dengan pengamatan induktif, lalu dijadikan premis-premis yang dapat ditarik kesimpulan sebagai keputusan hukum. Walaupun Al-...

Epistemologi Tafsir Burhani

Gambar
  Tafsir Burhani   Kata Burhani berasal dari Bahasa Arab yaitu Burhan yang berarti argumen, jelas, dan dapat membedakan. Epistemologi Burhani merupakan pembuktian suatu proposisi dengan proposisi lain yang sudah terbukti secara aksiomatik (manfaatnya) dengan cara pendekatan deduksi atau penarikan kesimpulan(menurut istilah logika).  Tafsir Burhani lebih mengedepankan kekuatan natural manusia.  Untuk mendapatkan pengetahuan Burhani ini harus menggunakan aturan al-Qiyas al-Jam’i atau silogisme yang memiliki arti mengumpulkan. Aturan silogisme ini mengumpulkan argumen dari dua proposisi sehingga tercipta sebuah konklusi atau keputusan. Silogisme tidak 100 persen menggunakan akal atau rasio tetapi juga menggunakan objek-objek lain, maka dari itu sebelum menggunakan aturan ini akan di lalui beberapa tahapan, yaitu: tahap pengertian (ma’qulat); tahap penyertaan (ibarat); dan tahap penalaran (tahlili). Penarikan kesimpulan menggunakan silogisme ini harus memenu...