Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Renaissance (awal kelahiran filsafat modern)

A. Pengertian Renaissance Ini istilah bahasa prancis. Dalam bahasa latin, re + nasci berarti lahir kembali (rebirth). Istilah ini biasanya di gunakan oleh sejarahwan untuk menunjuk berbagai periode kebangkitan intelektual, khususnya yang terjadi di eropa, dan lebih khusus lagi di italia sepanjang abad ke 15 dan ke 16. Istilah ini mula-mula di gunakan oleh sejarawan terkenal, Michelet, dan di kembangkan oleh J. Burckhardt (1860) untuk konsep sejarah yang menunjuk kepada periode yang bersifat individualism, kebangkitan kebudayaan antic, penemuan dunia dan manusia, sebagai periode yang di lawankan dengan periode abad pertengahan. Karya filsafat pada abad ini sering di sebut filsafat renaissance[1].   Renaissance ialah zaman peralihan ketika kebudayaan abad tengah mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman renaissance adalah mausia yang merindukan pemikiran yang bebas, seperti pada zaman yunani kuno. Pada zaman renaissance manusia di sebut sebagai animal ra...

Kebudayaan dan Peradaban

       1.   Kebudayaan Kata “kebudayaan” dalam bahasa arab adalah al-Tsaqafah, akan tetapi di Indonesia masih banyak orang yang menyamakan dua kata “kebudayaan” (Arab, al-tsaqafah; Inggris, Culture) dan “Peradaban” (Arab, al-Hadharah ; Inggris, Civilization). Dalam ilmu antropologi sekarang, kedua istilah itu dibedakan. Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan paling tidak mempunyai tiga wujud, a.       Wujud ideal, yaitu kebudayaan sebagai suatu kompleks, ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, b.      Wujud kelakuan, yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat. c.       Wujud benda, yaitu wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya.[1] 2.      Peradaban Dalam istilah bahasa Indonesia kata peradaban merupakan kata bentukan. Kata itu ...

Kebudayaan Bangsa Arab Pra-Islam

Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw secara historis sosiologis disampaikan dalm konteks masyarakat Arab yang tidak hampa. Oleh karena itu, salah satu aspek penting dalam upaya memahami Islam secara holistik dan komprehensif adalah dengan memliki   pengetahuan terhadap realitas historis masyarakat di mana Islam diturunkan. Mencermati hal tersebut, secara hipotesis dapat dikatakan bahwa aspek keyakinan dan ritual dalam Islam pun tidak dapat dilepaskan dari dimensi sejarah dan hal tersebut berarti pula bahwa kondisi sosial masyarakat pra-Islam mempunyai peranan yang penting dalam mempengaruhi eksistensi Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. Pemahaman konteks masyarakat sebelum kedatangan islam, memiliki peran penting setidaknya sebagai wahana kita memahami bahwa hadirnya islam memberikan kontribusi signifikan dalam kehidupan. Meskipun dalam beberapa hal ajaran-ajaran islam memiliki kesinambungan dengan ajaran yang diturunkan kepada nabi sebelumnya, namun bisa dipas...

Model Dialektika Nabi dengan Budaya Pra-Islam

Penjelasan tentang sikap Al-Qur’an terhadap keberadaan adat istiadat masyarakat Arab akan difokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan manusia. Al-Qur’an berbicara tentang konsep-konsep sistem sosial berkenaan dengan praktek yang berlaku di masyarakat. Konsep-konsep sistem sosial dalam Al-Qur’an akan dilihat apakah memliki keterkaitan dengan praktek sebelumnya apa tidak . Aturan-aturan didalamnya apakah memiliki hubungan kesesuaian, atau justru bertentangan dengan tradisi yang ada, hal inilah yang menjadi dasar respon Al-Qur’an terhadap pranata-pranata sosial yang ada. Secara umum, sikap Al-Qur’an dalam merespon keberadaan tradisi Arab dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu tahmil (menerima atau melanjutkan tradisi) , tahrim (melarang keberadaan tradisi), dan taghyir (menerima dan merekonstruksi tradisi) . 1.              Tahmil (menerima atau melanjutkan tradisi) Tahmil atau apresiat...