Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Epistemologi Tafsir Bayani

Gambar
  Tafsir Bayani A.    Historitas Tafsir Bayani Khazanah intelektual islam memiliki sebuah cacatan sejarah atau histori, Tafsir yang merupakan salah satu kekayaan intelektual Islam, mulai mencatatkan sejarah panjangnya pada masa Nabi saw beserta para sahabatnya adalah sunnatullah ketika mengutus seorang rasul atau nabi untuk menyampaikan syariatnya disesuaikan dengan bahasa kaumnya. Demikian pula halnya dengan Al-Qur’an, menurunkannya kepada nabi saw dengan menggunakan bahasa arab, sesuai dengan komunitas masyarakatnya yang berbahasa arab. Ketika Al-Qur’an diturunkan Arab merupakan sebuah bangsa dengan bahasa yang memiliki kemajuan sastra, dan pada saat itu bangsa Arab adalah sebuah bangsa yang gandrung akan syair-syair dan sastra serta meyakini bahwa manusia tidak dapat membuat sastra yang sangat bagus, apabila ada yang membuat sastra dipercaya ada kekuatan gaib yang ikut didalamnya. Era sahabat, Ibnu Abbas telah melanjutkan akar penafsiran Al-Qur’an yang ada pa...

Objek kajian dan Urgensi Pembelajaran Tafsir Burhani

Gambar
  Objek kajian dan Urgensi Pembelajaran Tafsir Burhani A.    Objek Kajian Objek kajian dari Tafsir Burhani ini ada dua yaitu syariah dan sains. Namun, untuk kajian syariah akal tidak terlalu membutuhkan peranan akal, hanya di beberapa bagian saja hukum Islam yang bisa menggunakan akal. Contoh syariah yang tidak bisa ditentukan lewat akal, yaitu akal tidak bisa menentukan rakaat sholat dzuhur, menentukan babi halal atau haram, atau menentukan hukum islam lainnya yang tidak bisa menggunakan akal. Sedangkan hukum alam atau sains peranan akal sangat penting. Hal ini dikarenakan ilmu sains harus didasari pengamatan yang induktif dari fenomena alam yang terjadi, sampai akhirnya dapat ditarik kesimpulan. Sementara untuk nash-nash tentang alam tidak dapat diganti dengan qiyas, ijma’ atau yang lain. Hanya saja nash-nash tentang alam ini dibuktikan dengan pengamatan induktif, lalu dijadikan premis-premis yang dapat ditarik kesimpulan sebagai keputusan hukum. Walaupun Al-...

Epistemologi Tafsir Burhani

Gambar
  Tafsir Burhani   Kata Burhani berasal dari Bahasa Arab yaitu Burhan yang berarti argumen, jelas, dan dapat membedakan. Epistemologi Burhani merupakan pembuktian suatu proposisi dengan proposisi lain yang sudah terbukti secara aksiomatik (manfaatnya) dengan cara pendekatan deduksi atau penarikan kesimpulan(menurut istilah logika).  Tafsir Burhani lebih mengedepankan kekuatan natural manusia.  Untuk mendapatkan pengetahuan Burhani ini harus menggunakan aturan al-Qiyas al-Jam’i atau silogisme yang memiliki arti mengumpulkan. Aturan silogisme ini mengumpulkan argumen dari dua proposisi sehingga tercipta sebuah konklusi atau keputusan. Silogisme tidak 100 persen menggunakan akal atau rasio tetapi juga menggunakan objek-objek lain, maka dari itu sebelum menggunakan aturan ini akan di lalui beberapa tahapan, yaitu: tahap pengertian (ma’qulat); tahap penyertaan (ibarat); dan tahap penalaran (tahlili). Penarikan kesimpulan menggunakan silogisme ini harus memenu...

MENGENAL MUFASIR DAN KARYA TAFSIRNYA

Gambar
  MENGENAL MUFASIR DAN KARYA TAFSIRNYA   Kitab tafsir termasyur         1.    Kitab-kitab Tafsir bi Al-Ma’tsur yang Termasyur a.    Tanwir AL-Miqbas min Tafsir Ibn ‘Abbas. Kitab yang disandarkan kepada riwayat dari Ibnu Abbas (w. 68 H) ini adalah karya Majduddin Abu Thahir bin Ya’qub Al-Fairuzabadi. Ia lahir di Karzein pada tahun 729 H (1329 M)) lalu pindah ke irak, Mesir, Syam, Roma, dan India. Pada tahun 796 H, ia lalu bertempat tinggal di Zubair dan wafat pada tahun 817 H (1415 M). b.    Al-Qur’an Al-‘Azhim. Penyusunnya adalah Abu Muhammad Abdurrahman bin Muhammad bin Idris bin Al-Mundzir At-Tamimi yang lebih dikenal dengan Ibnu Hatim. Ia merupakan ahli hadis yang lahir pada tahun 240 H (854 M) dan menetap di Darb Khandhalah, didaerah Rayyi. Ia wafat pada tahun 327 H (938 M). c.    Bahr Al-‘Ulum. Penyusunnya adalah Abu Al-Laits nashr bin Muhammad bin Ahmad Ibrohim  bin ...

TAFSIR PADA MASA TABI’IN

Gambar
TAFSIR PADA MASA TABI’IN Periode ini bermula pada masa tabi’in yang notabenenya sebagai generasi kedua Islam. Al-Shabuni menyebut bahwa mufassir pada masa tabi’in jumlah sangatlah banyak, lebih banyak daripada mufassir para sahabat. Banyak tokoh penafsir muncul dari kalangan sahabat yang telah memberikan sumbangan besar dalam menafsirkan al-Qur’an, sehingga para generasi selanjutnya dapat mengambil penafsiran dari pemikiran mereka. Seiring dengan bermunculanya fatwa dan berbagai pendapat, dimulailah pembukuan tafsir. 1.       Pembukuan pertama kali Meluasnya wilayah kekuasanan Islam dan banyaknya masyarakat nin-Arab yang masuk Islam menyebabkan kebutuhan akan tafsir meningkat. Disisi lain, geerasin yang menerima penjelasan langsung dari Nabi semakin sedikit dan mereka terpencar-pencar di sejumlah wilayah kekuasaan Islam yang baru. Oleh sebab itu, apabila segala ilmu yang bersinggung dengan Alqur’an tidak segera dibukukan, akan menghambat kemaj...

TAFSIR PADA MASA SAHABAT

Gambar
  TAFSIR PADA MASA SAHABAT 1.    Keberadaan sahabat berkaitan dengan Pengetahuan Setelah Rosulullah tiada, para sahabat berijtihad untuk menemukan makna makna yang sulit. Disamping itu, mereka juga mengetahui sebab turunnya ayat sehingga mereka terbantu untuk memahami isi Alqur’an. Berkaitan dengan peristiwa turunnya ayat, tidak semua sahabat menyaksikannya. Oleh sebab itu, pemahaman mereka berbeda-beda yang kemudian menimbulkan tingkatan yang berbeda-beda pula dalam memahami makna kosakata Alqur’an. Misalnya, makna kata Takhawwuf  ( takut ) dalam Surah An-Nahl (16) ayat 47. Sementara itu, seseorang dari suku Hudzil menjelaskan, “Takhawwuf dalam bahasa kami adalah berangsur-angsur (sampai binasa).” Pendapat Ali tentang para mufasir masa sahabat : a.    Para sahabat memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda-beda dan banyak makna Alqur’an yang samar bagi mereka. b.    Kebanyakan mereka merasa cukup dengan makna global c. ...

TAFSIR PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW

Gambar
      TAFSIR PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW   Pada periode ini tafsir belum tertulis dan secara umum periwayatan ketika itu tersebar secara lisan. Sebagai rasul, Nabi Muhammad berfungsi sebagai Mubayyin (pemberi penjelasan). Penjelasan terhadap apa yang telah diturunkan Allah melalui wahyu yang disampaikan Jibril kepadanya. Beliau menjelaskan kepada para  sahabatnya tentang arti dan kandungan al-Qur’an, khususnya menyangkut ayat-ayat yang tidak difahami atau samar artinya.           As-Sabuni menjelaskan, para sahabat pada dasarnya telah memahami al-Qur’an baik dari mufradat maupun tarkibnya. Ini didasari atas pengetahuan mereka terhadap bahasa Arab sebagai  bahasa inti al-Qur’an. Akan tetapi terkadang mereka membutuhkan penjelasan apabila mendapati ayat-ayat yang mereka tidak memahaminya. Penafsiran para sahabat terhadap al-Qur’an hanya merujuk pada inti kandungan al-Qur’an. Mereka adalah orang yang ...

Kelebihan dan Kelemahan Metode-metode Tafsir Al-Qur'an

Gambar
 Kelebihan dan Kelemahan Metode-metode Tafsir Al-Qur'an A.    Metode Ijmali         Motode tafsir Ijmali yaitu menafsirkan Al-Qur’an dengan cara singkat dan global tanpa uraian panjang lebar. “Metode Ijmali (global) menjelaskan ayat-ayat Al-Qur,an secara ringkas tapi mencakup dengan bahasa yang populer, mudah dimengerti. Sistematika penulisannya mengikuti susunan ayat-ayat di dalam mushaf. Penyajiannya tidak terlalu jauh dengan gaya bahasa Al-Qur,an. Dengan demikian ciri-ciri dan jenis tafsir Ijmali mengikuti urutan-urutan ayat demi ayat menurut tertib mushaf seperti halnya tafsir Tahlili. Perbedaanya dengan tafsir Tahlili adalah dalam tafsir Ijmali makna ayatnya dungkapkan secara ringkas dan global tetapi cukup jelas, sendangkan tafsir Tahlili makna ayatnya diuraikan secara terperinci dengan tinjauan berbagai segi dan aspek diulas secara panjang lebar. •    Kelebihan a.    Praktis dan mudah dipahami, ta...

Corak Tafsir Al-Qur'an

Gambar
  Corak Tafsir Al-Qur'an a.    Tafsir Suffi     Berkembangnya Ilmu Agama dan Sains ke arah kemajuan, mengakibatkan Ilmu tasawuf ikut berkembang. Hal ini juga berdampak munculnya aliran tafsir Suffi’ yaitu penafsiran  yang dilakukan para ahli sufi dengan mengungkap hal-hal mistik yag tidak dapat dipahami kecuali oleh orang-orang sufi yang melatih diri untuk menghayati ajaran tasawuf. Tafsir aliran ini terbagi menjadi dua yaitu tafsir sufi Nadhory yang berangkat serta didasarkan pada teori-teori filsafat dan tafsir sufi. Aliran Isyary yang lebih menitikberatkan pada isyarat-isyarat Al-Qur’an yang tersirat serta yang berkaitan dengan ilmu Suluk (Tasawuf). b.    Tafsir Fiqh     Corak tafsir ini berkembang sepeninggal Rasulullah SAW, yaitu ketika mulai timbul dan berkembang persoalan-persoalan baru dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, di kalangan para sahabat. Inilah yang pada akhirnya mendorong para sahabat u...

Pembagian Shalat Sunnah

Gambar
Pembagian Shalat Sunnah   Shalat sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah sangatlah beragam. Secara umum pembagian shalat sunnah antara lain yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat fardlu dan shalat sunnah yang tidak mengiringi shalat fardlu. Shalat sunnah yang mengiringi shalat farlu disebut dengan shalat sunnah Rowatib, dibagi menjadi dua yaitu shalat sunnah muakkad dan ghoiru muakkad. Sedangkan shalat sunnah yang tidak mengiringi shalat fardlu terdapat dua pembagian, yaitu; Pertama, shalat yang dikerjakan sendirian, yaitu •    Shalat Tahajud •    Shalat Dhuha •    Shalat Isyraq •    Shalat Sunnah Wudlu •    Shalat Tahiyyatul Masjid •    Shalat Safar •    Shalat Istikharah •    Shalat Witir •    Shalat setelah Akad Nikah •    Shalat Sunah Taubat •    Shalat Sunah Muthlaq •    Shalat Hajat • ...

PEMIKIRAN SAYYID AHMAD KHAN DAN SAYYID AMIR ALI

Gambar
A.    Biografi, Pemikiran, dan Ide Pembaharuan Sayyid Ahmad Khan     Sir Sayid Ahmad Khan Ibnu Hadi Al-Hasan Ad- Dahlawi  (sir Syed Ahmad Khan) merupakan keturunan terhormat di Delhi, India. Sayid Ahmad Khan lahir di Delhi  (India) pada tanggal 17 Oktober 1817. Ayahnya masih keturunan bangsawan kerajaan di India pada masa Alamghir II (1754-1759). Beliau juga masih keturunan Nabi dari garis keturunan Husain Putra Ali dan Fatimah.  Sebutan sayyid inilah karena garis keturunan Husain. Sedangkan sebutan Khan dibelakang namanya adalah penamaan yang ada hubungannya degan keturunan cina (hubungan dengan mughal). Dimasa mudanya beliau sering mengunjungi tempat-tempat hiburan, beliau juga senang dengan nyanyi-nyanyian dan tari-tarian. Bisa dikatakan bahwa Sayyed Ahmad Khan orang yang cinta atau berjiwa seni. Berikut usaha-usaha pembaharuan Sayyid Ahmad Khan:     a.    Bidang Agama     Dasar peradaban b...

Biografi, dan Ide Pembaharuan Sultan Mahmud II

Gambar
     Mahmud II dilahirkan pada tanggal 20 Juli 1978 (13 Ramadahan 1199 H) di Istanbul Turki. Ayahnya bernama Abdul Hamid I (Sultan ke-28 dari kesultanan Turki Usmani) dan ibunya bernama Nakhsidil (seorang bangsawan Prancis). Seperti pangeran-pangeran lainnya, sejak kecil ia memperoleh pendidikan di lingkungan istana. Ia mempelajari bahasa Islam klasik, agama, hukum, sastra, dan sejarah. Dalam masa pendidikannya Mahmud II tidak mendapat pengetahuan langsung tentang dunia barat ataupun akses untuk mempelajarinya, karena ia belum mengenal bahasa barat karena sedikit sekali referensi dalam terjemahan Turki.     Dalam menjalankan upaya pembaharuan di Kesultanan Turki Usmani, Sultan Mahmud II mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut : a.    Reformasi di tubuh Kesultanan Turki Usmani harus meliputi segala aspek pemerintahan dan kemasyarakatan, tidak hanya di bidang militer saja. b.    Hasil reformasi disuatu bidang hanya dapat ber...