Hidup Penuh Dengan Iri

        Sifat iri merupakan naluri semua manusia, oleh karena itu manusia harus bisa mengontrol sifat iri tersebut agar tidak menjerumuskan kearah yang tidak baik. Semua orang pasti mempunyai sifat iri, hanya orang-orang bersih yang hatinya bersih yang tidak mempunyai sifat iri. Iri bisa digolongkan menjadi dua bagian yaitu iri yang menjadikan kebaikan dan iri yang menjurus kepada keburukan.
    Contoh iri yang menjadikan kepada kebaikan ialah ketika seseorang sekolah kemudian melihat temannya pintar kemudian seseorang tersebut iri kepada yang pintar dan membuat orang yang termotivasi untuk belajar dan agar menjadikan dirinya pintar. Contoh iri yang menjurus kepada keburukan masih sama dengan contoh sebelumnya yaitu ketikan melihat teman atau siapapun pintar kemudian orang yang iri tersebut ingin mencelakakan orang yang pintar itu agar tidak ada saingannya. Seperti yang dijelaskan diatas kita harus bisa mengontrol iri kita supaya menjadi motivasi yang menjurus kepada kepada kebaikan bukannya sebaliknya.
    Dalam sebuah kehidupan pastinya kalian pernah iri kepada seseorang baik itu tetangga, teman, adik, kakak, saudara atau siapapun. Dan pastinya juga ada orang yang iri kepada kalian. Itu semuanya adalah siklus kehidupan yang harus kita jalani. Ketika ada yang iri biarkan saja, anggap saja tidak terjadi apa-apa agar hidup kita tidak repot mengurusi orang lain yang belum tentu orang lain mengurusi hidup kita. Sifat iri itu datangnya dari hati yang kotor karena hati kita tidak dekat dengan Sang Pencipta.
    Oleh karena itu sifat iri bisa kita atasi dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan selalu mengingat Tuhan yang Maha Esa. Iri selalu muncul ketika kita melihat seseorang yang lebih baik atau lebih unggul dari kita. Ketika melihat tetangga beli motor iri, beli kulkas iri, beli mobil iri, beli barang-barang mahal iri bahkan melihat hal yang kecil saja terkadang kita iri. Bagaimana hidup kita mau maju kalau kita masih melihat seseorang dengan wajah iri. Mari kta benahi diri kita agar terhindar dari sifat iri yang menjerumuskan kepada keburukan. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa. Aamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandai Berkhayal

Epistemologi Tafsir Burhani

Biografi singkat Al-Syafi’i (Imam Syafi’i) sebagai Periwayat Hadis