Corak Tafsir Al-Qur'an
Corak Tafsir Al-Qur'an
a. Tafsir Suffi
Berkembangnya Ilmu Agama dan Sains ke arah kemajuan, mengakibatkan Ilmu tasawuf ikut berkembang. Hal ini juga berdampak munculnya aliran tafsir Suffi’ yaitu penafsiran yang dilakukan para ahli sufi dengan mengungkap hal-hal mistik yag tidak dapat dipahami kecuali oleh orang-orang sufi yang melatih diri untuk menghayati ajaran tasawuf. Tafsir aliran ini terbagi menjadi dua yaitu tafsir sufi Nadhory yang berangkat serta didasarkan pada teori-teori filsafat dan tafsir sufi. Aliran Isyary yang lebih menitikberatkan pada isyarat-isyarat Al-Qur’an yang tersirat serta yang berkaitan dengan ilmu Suluk (Tasawuf).
b. Tafsir Fiqh
Corak tafsir ini berkembang sepeninggal Rasulullah SAW, yaitu ketika mulai timbul dan berkembang persoalan-persoalan baru dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, di kalangan para sahabat. Inilah yang pada akhirnya mendorong para sahabat untuk berijtihad, yang kemudian ijtihadnya itu digunakan oleh generasi-genrsi setelahnya, hingga muncul keempat imam madzhab. Sepeninggal Imam madzhab yang empat ini , muncul berbagai golongan yang fanatik terghadap mereka, hingga jadilah corak tafsir Fiqh ala Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’I, Hambali. dan lain-lain.
c. Tafsir Falsafi
Tafsir ini berangkat dari teori filsafat yang berkembang dimasa generasi mutakhirin. Penafsiran dengan aliran ini berupaya memehami Al-Qur’an dengan ta’wil agar senantiasa sejalan dengan teori-teori filsafat.
d. Tafsir Ilmy
Berkembangnya ilmu pengetahuan di masa kontemporer, berdampak pada upaya para ulama mutakhirin dalam menafsirkan ayat-ayat qauniyah Tafsir ini dinamakan tafsir bercorak Tafsir ilmy, yaitu tafsir yang dikaitkan dengan Ilmu-ilmu pengetahuan modern yang timbul di masa sekarang.
e. Tafsir Adabi Ijtima’i
Ulama kontemporer mulai berupaya menafsirkan Al-Qur’an dengan kembali pada cara penafsiran dimasa Nabi. Para ulama mulai berupaya menarik para pembaca dan menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an serta memotifasi untuk menggali makna-makna dan rahasia-rahasia Al-Qur’an dengan menafsirkan Al-Qur’an sesuai kondisi zaman.
f. Tafsir Kalam
Adalah tafsir dengan kecendrungan pemikiran kalam, atau tafsir yang memiliki warna pemikiran kalam. Tafsir semacam ini merupakan salah satu bentuk penafsiran Al-Qur’an yang tidak hanya ditulis oleh simpatisan kelompok teologis tertentu.
g. Tafsir Lughawi
Tafsir Lughawi adalah sebuah tafsir yang cenderung kebidang bahasa. Penafsirannya meliputi segi I’rab, harakat, bacaan, pembentukan kata, susunan kalimat dan kesastraanya.
Komentar
Posting Komentar