PEMIKIRAN SAYYID AHMAD KHAN DAN SAYYID AMIR ALI

A.    Biografi, Pemikiran, dan Ide Pembaharuan Sayyid Ahmad Khan

    Sir Sayid Ahmad Khan Ibnu Hadi Al-Hasan Ad- Dahlawi  (sir Syed Ahmad Khan) merupakan keturunan terhormat di Delhi, India. Sayid Ahmad Khan lahir di Delhi  (India) pada tanggal 17 Oktober 1817. Ayahnya masih keturunan bangsawan kerajaan di India pada masa Alamghir II (1754-1759). Beliau juga masih keturunan Nabi dari garis keturunan Husain Putra Ali dan Fatimah.  Sebutan sayyid inilah karena garis keturunan Husain. Sedangkan sebutan Khan dibelakang namanya adalah penamaan yang ada hubungannya degan keturunan cina (hubungan dengan mughal). Dimasa mudanya beliau sering mengunjungi tempat-tempat hiburan, beliau juga senang dengan nyanyi-nyanyian dan tari-tarian. Bisa dikatakan bahwa Sayyed Ahmad Khan orang yang cinta atau berjiwa seni.
Berikut usaha-usaha pembaharuan Sayyid Ahmad Khan:
    a.    Bidang Agama
    Dasar peradaban baru ini ialah ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut beliau ilmu-ilmu islam dan ilmu-ilmu barat tidak ada perbedaannya. Ilmu penegtahuan dan teknologi adalah hasil kreasi manusia. Menurut Ahmad Khan, penafsiran ajaran-ajaran Islam itu sangat terkait waktu dan tempat. Beliau menganut paham qodariyah.
    b.    Bidang Pendidikan
    Melalui jalur pendidikan Ahmad Khan mendirikan sekolah pertama kali di Morodabad tahun 1859, selanjutnya beliau mendirikan sekolah di Ghazipur pada tahun 1863. Kemudian mendirikan  sebuah lembaga pendidikan yang bernama M.A.O.C. (Muhammedan Oriental College). Lembaga ini dibentuk pada tahun 1878 di Alighar, dan disesuaikan dengan model sekolah di Inggris. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Umumnya sekolah-sekolah inggris yang dikelola pemerintah pelajaran agama tidak diajarkan, berbeda dengan M.A.O.C. pendidikan agama Islam dan ketaatan siswa sangat diperhatikan. Sebelas tahun kemudian, beliau mendirikan Muhammed Educational Conference.
    c.    Bidang Soaial Politik
    Ahmad Khan mendirikan organisasi yang bersifat politik, yaitu Muhammadan Defence Association, yang bertujuan unutk melindungi anggota-anggotanya dari saingan golongan yang lebih kuat dan lebih maju. Tidak dipungkiri bahwa beliau mengahbiskan umurnya untuk mensejaterakan masyarakat muslim di india dengan membina agama dan moralitas, serta loyal kepada bangsa yang memerintah mereka.


B.    Biografi , Pemikiran, dan Ide Pembaharuan Amir Ali
    Sayyid Amir Ali lahir di Cuttack India pada tanggal 6 April 1849. Beliau putra dari Sa’adat Ali kHan seorang dokter dan merupakan keturunan dari Ali Al-Rida imam ke-8 Syiah.  Kakeknya adalah Afzal Khan seorang prajurit Nadir Syah (penguasa Iran 1688-1747) yang ikut menyerang Delhi lalu menetap di sana sehingga pindah dari Khurasan Persia (Iran) dan menetap di Mohan Oudh India pada pertengahan abad ke-18. Keluarganya tinggal di istana Raja Mughal. Sayid Amir Ali adalah seorang ahli sejarah, guru besar hukum Islam dan pengacara.
    Menurut Amir Ali kemunduran umat Islam saat itu terutama India adalah anggapan bahwa pintu ijtihad telah tertutup dan adanya sikap berpegang teguh kepada pendapat ulama abad ke-9. Ijtihad tidak dapat dipisahkan dengan rasionalisme dan kebasan berkehendak. Beliau dalam membahas hal ini dengan melihat ayat 11 surat al-Rad yang intinya Allah tidak akan merubah nasib seseorang jika dia tidak merubahnya sendiri. Umat Islam tidak boleh kaku, barangkali tidak relevan lagi di zaman sesudahnya.
    Dalam bab ilmu pengetahuan, Amir Ali mengemukakan bahwa kemunduran umat Islam terletak pada keadaan umat Islam yang menganggap pintu Ijtihad telah tertutup dan tidak dibolehkan lagi. Ia memberikan kedudukan yang tinggi terhadap akal, ia menguraikan bahwa kemajuan yang dicapai umat Islam dahulu karena mereka berpegang teguh kepada ajaran Nabi Muhammad dan berusaha keras melaksanakannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandai Berkhayal

Epistemologi Tafsir Burhani

Biografi singkat Al-Syafi’i (Imam Syafi’i) sebagai Periwayat Hadis