TAFSIR PADA MASA TABI’IN

TAFSIR PADA MASA TABI’IN



Periode ini bermula pada masa tabi’in yang notabenenya sebagai generasi kedua Islam. Al-Shabuni menyebut bahwa mufassir pada masa tabi’in jumlah sangatlah banyak, lebih banyak daripada mufassir para sahabat. Banyak tokoh penafsir muncul dari kalangan sahabat yang telah memberikan sumbangan besar dalam menafsirkan al-Qur’an, sehingga para generasi selanjutnya dapat mengambil penafsiran dari pemikiran mereka.

Seiring dengan bermunculanya fatwa dan berbagai pendapat, dimulailah pembukuan tafsir.
1.      Pembukuan pertama kali
Meluasnya wilayah kekuasanan Islam dan banyaknya masyarakat nin-Arab yang masuk Islam menyebabkan kebutuhan akan tafsir meningkat. Disisi lain, geerasin yang menerima penjelasan langsung dari Nabi semakin sedikit dan mereka terpencar-pencar di sejumlah wilayah kekuasaan Islam yang baru.
Oleh sebab itu, apabila segala ilmu yang bersinggung dengan Alqur’an tidak segera dibukukan, akan menghambat kemajuan Islam. Dengan demikian, pada akhirrnya ilmu tafsir dibukukan.
2.      Perbedaan Tafsir masa sahabat dengan Masa Tabi’in
No.
Masa Sahabat
Masa Tabi’in
1.
Alqur’an belum ditafsirkan secara menyeluruh
Tafsir telah mencakup sebagian besar Ayat Alqur’an
2.
Perbedaan pemahaman tidak banyak terjadi
Perbedaan pemahaman semakin banyak
3.
Merasa cukup hanya dengan makna secara global
Muncul penafsiran terhadap setiap ayat dan kosakata
4.
Belum terjadi perbedaan mazhab
Belum terjadi perbedaan mazhab


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pandai Berkhayal

Epistemologi Tafsir Burhani

Biografi singkat Al-Syafi’i (Imam Syafi’i) sebagai Periwayat Hadis